Hubungan Antara Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner

Obat Jantung | Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai hubungan antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner yang mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui kalau dua penyakit ini saling berkaitan. Berikut penjelasan selengkapnya.

Hubungan Antara Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner

Hubungan antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner terjadi karena berbagai faktor seperti penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang menyebabkan otot jantung terpaksa bekerja keras untuk memompa darah dan mengalirkannya keseluruh bagian tubuh sehingga menyebabkan jantung mengalami gangguan atau masalah.

Apabila masalah ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tanpa mendapatkan pengobatan mata otot – otot jantung akan mengalami kerusakan dan jantung tidak bisa bekerja dengan baik sehingga menyebabkan penyakit jantung khususnya jantung koroner.

Baca :

Pada banyak kasus yang ditemukan, penyakit jantung koroner serta stroke lebih sering muncul setelah seseorang mengidap penyakit hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimanan tekanan darah seseorang melebih batas normal atau tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg.

Gejala Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

  • Wajah Memerah
  • Detak Jantung Cepat
  • Pusing
  • Jantung Berdebar – debar
  • Pegal
  • Tidak Nyaman pada Tengkuk
  • Kondisi Tubuh Tidak Fit

Penyakit hipertensi sendiri merupakan jenis penyakit yang cukup sulit untuk didiagnosa dan bahkan banyak penderita hipertensi yang mengalami kematian secara mendadak tanpa diduga sehingga hipertensi dikenal juga sebagai sillent killer. Lalu pada hubungan antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner ?

Meningkatnya tekanan darah yang tidak normal atau hipertensi dan menetap bisa menyebabkan trauma langsung pada pembuluh darah arteri koronaria sehingga memudahkan terjadinya arteroskloris koorner dan ini mengakibatkan angina pectori, miokard infark dan insufisiensi koroner lebih sering didapatkan pada penderita darah tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki tekanan darah normal.

Baca :

Tekanan darah sistolik juga diduga memiliki pengaruh yang lebih besar, kejadian penyakit jantung koroner pada hipertensi labih sering berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Berdasarkan penelitian Framingham selama 18 tahun pada penderita 45 – 75 tahun dan menunjukan hipertensi sistolik menjadi faktor pencetus terjadinya angina pectoris serta miokard infark.

Pemberian obat – obatan pada penderita hipertensi untuk mencegah terjadiya miokard infark serta kegagalan ventrikel kiri tapi juga perlu diperhatikan efek samping dari obat – obatan jangka panjang, maka sebab itu pencegahan terhadap hipertensi menjadi usaha yang jauh lebih baik untu menurunkan penyakit jantung koroner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *